Kamis, 12 Januari 2012

Perkembangan Filsafat Bahasa


Filsafat bahasa muncul saat adanya perubahan pemikiran para filsuf terhadap penyelesaian problema filsafat. Para filsuf akhirnya mengetahui bahwa berbagai macam problema filsafat dapat dijelaskan dan dapat diselesaikan melalui analisis bahasa.
Dalam perkembangannya, filsafat bahasa memiliki beberapa-beberapa tahapan atau masa. Berawal dari Zaman Yunani, hingga zaman abad modern, filsafat bahasa berkembang dengan segala perbedaan perhatian para filosof serta aliran-alirannya. Namun kesemuanya itu tetap memiliki acuan yang sama.

Para filosof sudah memperhatikan bahasa sejak Zaman Pra Sokrates untuk masalah filsafatnya. Pada zaman ini, bahasa digunakan sebagai media untuk berkomunikasi dengan dewa-dewa dan segala aktivitas mistis dan primitif. Tapi lama-lama bangsa yunani mengalami krisis intelektual. Akibatnya, menurunnya fungsi magis bahasa pada bangsa yunani. Bangsa Yunani juga menyadari bahwa bahasa tidak memiliki kemampuan untuk merubah alam benda-benda fisis, bahasa bukan merupakan bentuk fisiknya, namun makna dari bahasa itulah yang sesungguhnya mampu mengungkapkan segala sesuatu tentang alam semesta. Tokoh-tokoh pengembang filsafat bahasa pada Zaman Yunani kuno ini antara lain Herakleitos yang menggunakan filsafat ”panta rei” artinya ”semua mengalir”. Herakleitos berfikiran bahwa untuk memahami segala sesuatu yang berubah, yang ada di alam semesta ini, melalui pendekatan manusiawi, yang didalamnya kemampuan berbicaralah yang menjadi perantara untuk mengetahui arti alam semesta. Dengan memahami ucapan-ucapan dan pengertian-pengertian kita mampu mengerti dan mengetahui segala yang ada di alam semesta.
Hume juga berperan dalam perkembangan filsafat bahasa di zaman yunani. Hume mengungkapkan tentang teori proposisinya. Ia mengatakan bahawa proposisi itu mewakili atau  mengungkapkan suatu fakta yaitu suatu kejadian. Jika propoisi tersebut sederhana, bererti proposes tersebut mengungkapkan suatu makna yang sederhana pula. Begitu juga sebaliknya jika proposes tersebut kompleks.
Kaum Sofis juga turut berpartisipasi dalam perkembangan Filsafat Bahasa. Dalam pendapatnya, Kaum Sofis menyatakan bahwa dalam membahas hakikat bahasa yang paling utama adalah digunakannya filsafat manusia bukan metafisika.  Kaum Sofis mengembangkan cabang pengetahuan Retorika. Melalui Retorika, kaum Sofis ini merubah pemikiran filsafat Yunani yang pada awalnya terarah pada kosmos, menjadi terarah pada teori pengethuan dan etika.

Pada Zaman Sokrates, munculah persoalan-persoalan yang memperdebatkan pemikiran kaum Sofis tentang dasar-dasar teori pengetahuan dan etika. Sokrates menggunakan metode dialektis krisis untuk mengatasi maslah-masalah tersebut. Dalam menerapkan metode dialektis krisis, Sokrates tidak begitu saja menerima pengertian atau proposisi, tapi Sokrates juga melakukan pengujian pada pengertian tersebut. Sokrates selalu meminta penjelasan tentang pengertian tersebut kepada ahlinya. Kemudian menanyakan alasannya, dan menanyakan dasa-dasar apa yang digunakan pada alasannya tersebut. Jika terbukti benar, untuk smenatra waktu pengertian tersebut dianggap sah, sebelum melalui ujian berikutnya yaitu uji komparatif. Metode yang digunakan kaum Sofis dan Sokrates inilah menunjukkan bahwa pada masa itu telah digunakannya konsep-konsep filosofis melalui analisis bahasa.
Filsuf Aristoteles mengemukakan teori hilemorfisme yang berarti bentuk-materi. Dalam kaitannya filsafat bahasa, aristoteles memandang bahwa bahasa juga meliputi hakikat bentuk dan materi. Bahasa meliputi bentuk fisis dan metafisis. Mksudnya, bahasa tidak hanya berupa bentuk atau symbol. Namun dalam symbol atau bentuk tersebut terdapat makna yang terpendam.

            Perkembangan bahasa berlanjut pada Zaman Romawi. Munculah nama Varro dengan beberapa pembahasannya tentang hakikat bahasa. Seperti Etimologi, pengertian kata, konsep morfologi, dan lainnya. Mucul pula Konsep Priscia yang juga berpengaruh dalam perkembangan bahasa. Dalam konsep Pricia membahas tentang Fonologi dan Morfologi Priscia.

            Perkembangan Filsafat bahasa juga terjadi pada Zaman Abad Pertengahan. Dari zaman-zaman sebelumnya, zaman inilah lebih berbau teoloi. Pada zaman ini, nama Filosof Kristiani lah yang melambung. Terutama kaum Patristik dan Skolastik. Pada zaman Abad pertengahan ini juga diwarnai berbagai macam pemikiran. Yang pertama yaitu pemikiran Thomas Aquinaz yang kental dengan nuansa teologinya. Thomas berpenadapat bahwa untuk menemukan suatu kebenaran pada suatu hal atau pada suatu permasalahan, kita perlu memahami apa yang sudah dikemukakan oleh para pendahulu. Thomas juga melakukan metode analisis bahasa dengan analogi dan metaphor yang kesemuanya itu tersaji dalam pengungkapan Thomas yang kental akan nuansa Teologi.

            Ketika Zaman Abad Modern munculah gerakan pembaharuan setelah masa kejayaan abad pertengahan tenggelam. Pergerakan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kebudayaan Yunani-Romawi. Pada Zaman Abad Modern ini, bahasa lebih diperhatikan dalam penyelesaian masalah-masalah filsafat. Pada Zaman Abad modern ini perhatian filosof terhadap bahasa semakin menuju pada pngetahuan modern, maka peranan bahasa terhadap ilmu pengetahuan modern semakin penting. Banyak tokoh terjun kedalamnya. Seperti Thomas Hobbes. Dalam pendapatnya, Hobbes mengungkapan bahwa filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang umum, sasarannya adalah seluruh fakta-fakta yang diamati. Hubungannya dalam perkembangan filsafat bahasa memang sepertinya kurang begitu kentara, tapi Hobbes memang berpengaruh dalam perkembangan filsafat bahasa.  Menurut Hobbes fakta-fakta yang menjadi sasaran filsafat adalah diungkapkan dengan menggunakan bahasa. Jadi untuk menyelesaikan segala permasalahan filsafat dibutuhkannya penjelasan seta pengertian yang lebih dalam terhadap suatu bahasa yang digunakan dalam mengungkapkan fakta-fakta tersebut.

            Sampai kemudian pada Abad ke XX, para filosof semakin memperhatikan bahasa. Para filosof yang akhirnya menyadari bahwa permasalahn filsafat serta konsep-konsep filsafat yang masih kabur akan semakin jelas ketika menggunakan metode anaisis bahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar