Kamis, 12 Januari 2012

Membeda-bedakan bahasa, sikap tak berbudaya.



                Manusia diciptakan untuk berkelompok, dan berinteraksi satu sama lain. Manusia  di dunia berkelompok sesuai dengan letak geografisnya, keadaan psikis, keadaan fisik, dan keadaan nasib. Oleh karena itu, di bumi kita hidup berbagai macam suku, penduduk, dan budaya, sesuai dengan geografis dan budaya masing-masing wilayah. Meskipun setiap penduduk berbeda budaya dan berbeda postur tubuh, serta memiliki keunikan masing-masing, tapi kita masih bisa berinteraksi satu sama lain dengan cara berkomunikasi melalui lambang bunyi yang keluar dari mulut kita masing-masing, yang biasa kita sebut dengan bahasa. Namun setiap penduduk wilayah tertentu memiliki gaya bahasa masing-masing dan tidak jarang bahasa mereka berbeda-beda. Negara inggris dan Amerika menggunakan bahasa inggris, Spanyol menggunakan bahasa spanyol, Meksiko menggunakan bahasa meksiko, Perancis menggunakan bahasa perancis, dan Indonesia menggunakan bahasa Indonesia, begitu pula negara yang lain-lain menggunakan bahasa negara mereka sendiri. Namun masih ada negara yang belum memiliki bahasa sendiri, dan menggunakan bahasa inggris yang ditetapkan sebagai bahasa internasional.
                Bahasa merupakan salah satu produk budaya. Dalam tujuh unsur universal kebudayaan, bahasa termasuk didalamnya bersama unsur-unsur lain seperti sistem kepercayaan, sistem matapencaharian, teknologi, dan lain-lain. Dengan berbahasa berarti kita berbudaya. Bahasa merupakan produk budaya yang masing-masing wilayah memiliki budaya yang berbeda, oleh karena itu Setiap bahasa memiliki keunikan masing-masing. Keunikan tersebut terletak pada segi fonologi, morfologi, maupun sintaksisnya. Setiap bahasa juga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Misalnya saja bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Dalam bahasa inggris, bentuk kata kerja bisa berubah-ubah sesuai dengan waktunya. Sedangkan dalam bahasa Indonesia bentuk kata kerja akan tetap sama walaupun waktu mengerjakannya berbeda, hanya saja pembedanya pada keterangan waktu yang dibubuhkan pada kalimat tersebut. Namun, ada beberapa kosakata bahasa inggris yang didalam bahasa indonesia memiliki banyak makna. Misalnya kata rice. Dalam bahasa inggris, untuk menyebut nasi dan beras digunakan kata rice namun dalam bahasa Indonesia, nasi dan beras dibedakan penyebutannya.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap bahasa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun perlu kita sadari pula, bahwa setiap bahasa memiliki keunikan tersendiri. Tidak bisa kita memandang bahwa bahasa kita lah yang paling mudah dipahami dan unik, masih ada bahasa diluar sana yang memiliki keunikan pula, tetapi bukan berarti kita tidak mmbanggakan bahasa kita, bahasa Indonesia, boleh dan harus lah kita bangga dengan bahasa Indonesia, tapi jangan sampai memandang bahasa lain tidak lebih baik dari bahasa kita. Bagaimana kita menyebut diri kita negara yang berbudaya kalau kita tak menghargai budaya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar