Kamis, 12 Januari 2012

Kategori Kata


Penggolongan kata dalam kategori didasarkan atas fungsi kata dalam kalimat. Tidak dapat dimungkiri bahwa pemakaian bahasa dalam pembentukan kalimat beroperasi terutama dengan pengertian-pengertian pokok. Berikut adalah penggolongan kategori kata menurut Slametmuljana :

1.      Kata Baku.
Banyak kata-kata yang termasuk kategori kata baku diantaranya :
a.       Kata-kata yang menjawab pertanyaan apa, tidak pandang apakah yang bersangkutan menunjukkan pengertian konkrit atau abstrak, misalnya : pohon, 0rang, bumi, kebaikan, kepandaian, dan lain-lain. Dalam bahasa Indonesia pemakaian bahasa pengertian-pengertian itu perlu diberikan nama untuk menggampangkan ujarannya dan untuk membedakannya dengan pengertian-pengertian lain yang juga digunakan dalam ujaran. Kata-kaya yang menjawab apa, adalah nama sesuatu. Dalam bahasa Indonesia kata yang demikian biasa disebut dengan istilah kata benda. Kata benda dalam bahasa Indonesia mengandung pengertian yang terlalu konkrit, sedangkan pengertian-pengertian abstrak seperti kepandaian, kabaikan yang tidak dapat dialami oleh panca indera turut dimasukkan juga dalam istilah tersebut. Lebih tepat jika digunakan istilah kata nama saja. Kata-kata nama ini dalam pemakaian bahasa Indonesia biasa menduduki jabatan yang penting dalam susunan kalimat ; segala macam jabatan dapat didudukinya.
b.      Kata-kata yang biasa disebut dengan istilah kata ganti nama. Dalam pemakaian bahasa kata nama dapat diganti oleh kata-kata yang menjadi pelaku yakni pihak yang berbicara, pihak yang diajak berbicara dan pihak yang dibicarakan. Dalam bahasa Indonesia ada beberapa macam kata ganti nama yakni kata ganti (nama) diri, kata ganti (nama) penunjuk, kata ganti (nama) Tanya. Istilah-istilah tersebut biasa disingkat :kata ganti diri, kata penunjuk, dan kata Tanya.
c.       Kata-kata yang menjawab pertanyaan mengapa. Pertanyaan mengapa ditunjukkan pada kata-kata nama (sesuatu) atau kata ganti nama yang dalam kalimat menjabat fungsi gatra utama. Kata-kata yang menjawab pertanyaan itu biasa disebut dengan istilah kata kerja, misalnya: mencari, tidur, pergi, mandi, dan lain-lain. Kata kerja mewakili pengertian perbuatan atau tindakan.
d.      Kata-kata yang menjawab pertanyaan bagaimana atau dalam keadaan apa, tidak pandang apakah pertanyaan itu dihubungkan dengan kata nama atau kata kerja. Kata-kata yang menjawab pertanyaan itu disebut dengan istilah kata(nama) sifat, tidak pandang jabatan apa yang disusuki dalam susunan kalimat. Misalnya: sakit, sehat, pandai, melintang, terbengkalai, dan lain-lain. Dalam bahasa Indonesia, kata sifat dapat menduduki gatra sebutan tanpa perantara kata apapun. Misalnya: Ia sakit; orang itu sehat; abak itu pandai, dan lain sebagainya. Sebagai gatra sebutan kata sifat ujudnya hampir tidak dapat dibedakan dengan kata kerja. Salah satu cara untuk mengenal apakah yang bersangkutan itu kata sifat atau kata kerja, ialah penyisipan kata (men)jadi. Jika antara gatra pangkal dan gatra sebutan yang berupa kata yang bersngkutan dapat disisipkan kata (men)jadi, kata yang bersangkutan adalah kata sifat, jika tidak, kata yang bersangkutan adalah kata kerja.
e.       Kata-kata yang menjawab pertanyaan berapa. Kata-kata ini biasa digunakan untuk menghitung atau membilang. Biasa disebut dengan kata bilangan.  Dalam bahasa Indonesia ada beberapa jenis kata bilangan; 1. Kata bilangan pokok; 2. Kata bilangan tingkat. Kata bilangan tingkat ialah kata bilangan dengan awalan ke-, digunakan untuk menunjukkan tingkat atau nomor dalam urutan. Misalnya : orang yang pertama, kedua kalinya, dan lain-lain.; 3. Kata bilangan keseluruhan. Kata bilangan keseluruhan adalah kata bilangan dengan awalan ke- , digunakan untuk menunjukkan keseluruhan benda yang disebut dengan kata bilangan pokok. Dalam hal ini kata bilangan pokok, misalnya : keempat-empatnya, kelima-lima orang itu, dan lain-lain.

2.      Kata Tugas
Kata-kata yang termasuk kategori kata tugas, diantaranya :

a.       Kata yang memiliki tugas untuk menggabungkan dua kalimat atau dua peristiwa(pengertian) biasa disebut dengan istilah kata penghubung. Dalam bahasa Indonesia ada beberapa kata penghubung yang menguhubungkan dua pengertian, antara lain : dan, atau, baik….maupun, kecuali, serta, sama(bersama). Kata penghubung yang menghubungkan dua kalimat misalnya : karena, cebab, meskipun, walaupun, sesudah, sebelum, dan lain-lain.
b.      Kata yang memiliki tugas untuk menjelaskan atau menetapkan posisi kata nama yang menyusulnya. Kata-kata ini biasa disebut dengan istilah kata perangkai atau preposisi, oleh karena tempatnya ada dimuka kata nama yang dijelaskan.  Dalam bahasa Indonsia tiga dianata kata-kata pengawal itu disebut kata perangkai(pengawal) asli, yakni : di, dari dan ke. Oleh karena kata did an ke terdiri hanya satu suku kata, diperlakukan sebagai awalan, dibedakan dengan kata dari ; dalam tulisan dirangkaikan dengan kata nama yang dikawalnya. Kata perangkai di, ke dan dari juga digunakan sebagai unsur pembentuk kata perangkai majemuk, yang pada hakekatnya terdiri dari kata perngkai dan kata (nama) benda.
c.       Kata-kata yang mempunyai tugas membantu kata-kata majemuk. Biasa disebut kata tambahan atau kata pembantu. Dalam bahasa Indonesia, berikut adalah macam-macam kata tambahan :
1)      Kata yang membantu kata kerja. Kata ini biasa disebut kata kala kerja, karena kata-kata tersebut memberikan penjelasan waktu tentang berlakunya kata kerja atau sifat yang menjabat fungsi gatra tersebut. Misalnya :akan, hendak, sudah, telah, habis, dan lain-lain.
2)      Kata-kata yang mengingkari atau menetapkan kata baku. Misalnya : Tidak, bukan, jangan, tentu, pasti, dan lain-lain.
3)      Kata-kata yang mengandung watak perbandingan seperti : kurang, lebih, terlalu, amat, sekali, sangat, dan lain-lain.
4)      Kata-kata yang mempunyai tugas untuk membantu kata bilangan. Misalnya : orang, ekor, buah, potong, lembar, dan lain-lain.
5)      Kata-kata yang dalam kesusastraan lama biasa digunakan untuk memulai kalimat, tetapi tidak mempunyai fungsi khusus dalam pembentukan kalimat. Misalnya: Alkisah, sebermula, hatta, arkian, dan lain-lain.
6)      Kata-kata bantu yang memberikan penjelasan tambahan, misalnya : lagi, juga, pula,pun.
7)      Kata-kata yang sekedar memberikan penjelasan tentang kedudukan sosial kata (nama) benda yang ditempelinya. Kata-kata itu biasa dinamakan kata sebut : misalnya si, dang, hyang, raden, rangkaja, rakai, sang, dan lain-lain.
d.      Kata-kata yang membantu menjelaskan suasana pemakaian bahasa. Apa arti sesungguhnya baru diketahui setelah situasi pemakai bahasa dikatakan. Kata-kata ini biasa disebut dengan istilah kata seru. Misalnya : ayo, aduhai, hem, halo, he, ai, ajuhai, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar