Kamis, 12 Januari 2012

GURU SEBAGAI PROFESI


A. Makna Guru

Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah seseorang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, di surau/mushola, di rumah, dan sebagainya. Dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat, maka dipundak guru diberikan tugas dan tanggung jawab yang berat. Tanggung jawab guru tidak hanya sebatas dinding sekolah, tapi juga di luar sekolah. Seperti yang dikatakan oleh amemtembun, bahwa guru, adalah orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid baik secara individual maupun secara kelompok baik disekolah maupun di luar sekolah sebagai tenaga pendidik dikuatkan oleh UU SPN no 20 tahun 2003 pasal 37 ayat 2 yang berbunyi : “pendidikan merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Selanjutnya dalam ayat 3 berbunyi : “ Pendidikan yang mengajar dalam satuan pendidikan dasar dan menengah disebut guru dan pendidik yang mengajar dalam satuan pendidikan tinggi disebut dosen.”


B. Tanggung jawab guru

            Guru adalah orang yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan anak didik. Pribadi susila yang cakap adalah yang diharapakan ada pada diri setiap anak didik. Untuk itu dengan penuh dedikasi dan loyalitas berusahja membimbing dan membina anak didik agar di masa mendatang menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Bila suatu ketika ada anak didik yang tidak hadir disekolah, guru menanyakana kepada anak-anak yang hadir apa sebabnya dia tidak hadir ke sekolah.Dan apabila ada siswa yang sakit, terlambat membayar uang sekolah, berbuat tidak baik dan sebagainnya semua akan menjadi perhatian guru, karena besarnya tanggung jawab guru terhadap anak didiknya. Karena profesinya sebagai guru adalah berdasarkan panggilan jiwa, maka bila guru melihat anak didiknya senang berkelahi, menghisap ganja, dan sebagainya guru akan merasa sakit hati.Guru selalu memikirkan bagaimana caranya agar anak didiknya itu dapat dicegah dari perbuatan yang kurang baik, asusila,dan amoral.Guru seperti itulah yang diharapkan untuk mengabdikan diri di lembaga pendidikan.
            Memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik adalah suatu perbuatan yang mudah, tetapi untuk membentuk jiwa dan watak didik itulah yang sukar. Sebab anak didik yang dihadapi adalah makhluk yang memiliki otak dan potensi yang perlu dipengaruhi dengan sejumlah norma hidup sesuai idiologi, falsafah bahkan agama.
            Pendidikan dilakukan tidak semat-mata dengan perkataan, tetapi dengan sikap, tingkah laku dan perbuatan.Anak didik lebih banyak menilai apa yang guru tampilkan dalam pergaulan disekolah dan dimasyarakat daripada apa yang gurur katakana, tetapi perkataan maupun apa yang ditampilkan, keduanya menjadi penilaian anak didik.


C. Tugas Guru

            Guru adalah sosok seorang pemimpin, arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak dini. Guru bertugas menyiapkan manusia susila yang cakap yang dapat membangun bangsa, Negara dan agama. Guru mempunyai tugas bermacam-macam, yaitu :



  • Untuk mengembangkan profesionalitas sesuai perkembangan iptek.
  • Sebagai pendidik yaitu meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik.
  • Sebagai pengajar yaitu meneruskan dan mengembangkan iptek kepada anak didik.
  • Sebagai pelatih yaitu mengembangkan keterampilan dan menerapkan dalam kehidupan demi masa depan anak didik.
  • Sebagai kemanusiaan yaitu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik
  • Sebagai kemasyarakatan yaitumendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga Negara Indonesia yang bermoral pancasila.

Tugas guru menurut Roestiyah N. K :

  1. Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik.
  2. Membentuk kepribadian harmonis sesuai cita-cita dan pancasila.
  3. Menyiapkan anak menjadi warga Negara yang sesuai UU Pendidikan.
  4. Sebagai perantara dalam belajar.
  5. Sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan.
  6. sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.
  7. Sebagai penegak disiplin, guru menjadi contoh dalam segala hal.
  8. Sebagai administrator dan manajer.
  9. Sebagai suatu profesi.
  10. Sebagai perencana kurikulum.
  11. Sebagai pemimpin, yaitu mempunyai kesempatan dan tanggung jawab dalam banyak situasi untuk membimbing anak kearah pemecahan soal.
  12. Sebagai sponsor dalam kehidupan anak-anak, yaitu guru harus aktiv dalam segala aktivitas anak.



Masyarakat mendudukan guru pada tempat yang terhormat dalam kehidupan masyarakat, yakni, didepan memberi suri tauladan, ditengah-tengah ,e,bangun dan dibelakang ,mendorong dan memotivasi ( Ing garso sung tuladha, Ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. ). Profesi guru harus berdasarkan penggilan jiwa, sehingga dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan jelas.

D. Peran Guru

*      Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran

Peranan dan kompetensi guru dalam pembelajaran meliputi banyak hal, yaitu sebagai pendidik, pembelajaran, pelatih, dan pembimbing. Dalam artian, guru sebagai pendidik akan menghasilkan nilai-nilai kehidupan yang diyakini baik dimasyarakat, guru sebagai pembelajar akan menghasilkan pengetahuan, guru sebagai pelatih akan menghasilkan kemahiran, dan guru sebagai pembimbing akan menghasilkan penemuan jati diri bagi pebelajar ( peserta didik ). Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh ada,m dan decey dalam basic principles of student teaching, antara lain guru sebagai pengajar, perencana kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator, dan konselor.

Berikut peran guru dalam pembelajaran yang dianggap paling dominan serta pengklasifikasiannya :
1.    Guru Sebagai Demonstator
Untuk menjadi demonstator yang baik, seorang guru harus menguasai bahan-bahan dan materi tentang apa yang akan ia berikan kepada peserta didiknya. Tetapi tidak hanya sekedar menguasai, seorang demonstrator yang baik, juga senantiasa mengembangkan ilmu yang telah dimilikinya, karena hal ini juga akan mempengaruhi hasil belajar yang dicapai oleh para peserta didik.

2.    Korektor
Untuk menjadi seorang korektor yang baik, guru harus bisa membedakan nilai yang baik dan nilai yang buruk. Kedua nilai yang sangat bertentangan inibetul-betul harus dipahami dalam kehidupan bermasyarakat.

3.    Inspirator
Guru harus mampu memberikan petunjuk atau ilham yang baik, guru harus dapat memberikan petunjuk bagaimana cara belajar yang baik pada peserta didiknya.

4.    Informator
Sebagai seorang informatory, guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain yang berhubungan dengan materi dalam pembelajaran.Informator yang baik adalah guru yang mengerti apa kebutuhan anak didik dan mengabdi untuk anak didik.


5.    Organisator
Dalam bidang ini, guru memiliki peran dalam pengelolaan kegiatan akademik, menyusun tata tertib sekolah, menyusun kalender akademik, dan sebagainya.Semuanay diorganisasikan sehingga dapat mencapai efektivitas dan efisiensi dalam belajar pada diri anak.

6.    Motivator
Guru mampu mendorong peserta didik agar bersemangat dan bergairah dalam belajar. Peranan guru sangat penting dalam interaksi edukatif, karena menyangkut esensi pekerjaan mendidik dan membutuhkan kemahiran sosial, menyangkut performance dalam personalisasi dan sosialisasi diri.

7.    Inisiator
Guru harus dapat menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan, tidak hanya mengikuti ters menerus apa yang telah ada tanpa mencetuskan ide-ide inovasi bagi kenajuan pendidikan dan pengajaran.

8.    Fasilitator
Seorang guru hendaknya mampu menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar anak didik.

9.    Pembimbing
Peranan ini sangat penting, karena kehadiran seorang guru di sekolah adalah unutk membimbing anak didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap. Bagaimanapun juga, bimbingan guru sangat diperlukan pada saat anak belum mampu berdiri sendiri(mandiri).

10. Pengelolah kelas
Seorang guru tentunya dapat mengelola kelas dengan baik.Karena kelas adalah tempat berhimpun peserta didik maupun pendidik dalam menerima materi seorang guru. Seorang guru tentunye juga harus mampu membuat kelas senyaman mungkin, sehingga anak didik betah tinggal di kelas dan memiliki motivasi tinggi unutk senantiasa belajar didalamnya.

11. Mediataor
Sebagai mediator, seorang guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya.

12. Supervisor
Guru hendaknya dapat membantu, memperbaiaki, dan menilai secara kritis terhadap prosese pengajaran.

13. Evaluator
Sebagai evaluator, tentunya guru dituntut menjadi evaluator yang baik, jujur, dengan memberikan penilaian yang menyentuh intrensik dan ekstrensik.


*      Peran Guru Dalam Pengadministrasian.
            Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai berikut :
  1. Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai kegiatan-kegiatanb pendidikan.Hal ini berarti guru turut serta memikirkan kegiatan-kegiatan pendidikan yang direncanakan serta nilainya.
  2. Wakil masyarakat, yang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota suatu masyarakat. Guru harus mencerminkan suasana dan kemauan masyarakat dalam arti yang baik.
  3. Orang yang ahli dalam mata pelajaran. Guru bertanggung jawab untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi muda yang berupa pengetahuan.
  4. Penegak disiplin, Guru harus menjaga agar tercapai suatu disiplin.
  5. Pelaksana administrasi pendidikan, disamping menjadi pengajar, guru pun bertanggung jawab akan kelancaran jalannya pendidikan dan ia harus mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan administrasi.
  6. Pemimpin generasi muda, masa depan generasi muda terletak di tangan guru.Guru berperan sebagai pemimpin mereka dalam mempersiapkan diri untuk anggota masyarakat yang dewasa.
  7. Penerjemah kepada masyarakat, Artinya, guru berperan untuk menyampaikan segala perkembanagn kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya masalah-masalah pendidikan.

*      Peran Guru Secara Pribadi

            Dilihat dari segi dirinya sendiri ( Self oriented ), seorang guru harus berperan sebagai berikut :
  1. Petugas sosial, yaitu seorang yang harus membantu intuk kepentingan masyarakat. Dalam kegiatan-kegiatan masyrakat guru harus senatiasa merupakan petugas-petugas yang dapat dipercaya untuk berpartisipasi di dalamnya.
  2. Pelajar dan ilmuwan, yaitu senantiasa terus menerus menunutt ilmu pengetahuan. Dengan berbagai cara setiap saat guru senantiasa belajar untuk mengikuti perkembngan ilmu pengetahuan.
  3. Orang tua, yaitu mewakili orant tua murid di sekolah dalam pendididkan anaknya. Sekolah merupakan lembaga pendidikan sesudah keluarga, sehingga dalam arti luas sekolah merupakan keluarga, guru berperan sebagai orang tua bagi siswa-siswanya.
  4. Model keteladanan, yaitu yang senntuasa mencarikan teladan yang baik untuk siswa bukan untuk seluruh masyarakat. Guru menjadi ukuran bagi norma-norma tingkah laku.
  5. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik, yaitu yang senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswa. Guru menjadi tempat berlindung bagi siswa-siswa untuk memperoleh rasa aman dan ouas didalamnya.



*      Peran Guru Secara Psikologis

  1. Ahli psikologi pendidikan, yaitu petugas psikologi didalam pendidikan, yang melaksanakan tugasnya atas dasar prinsip-prinsip psikologi.
  2. Seniman dalam hubungan antar manusia, yaitu orang yang mampu membuat hubungan antar manusia untuk tujuan tertentu, dengan menggunakan teknik tertentu, khususnya dalam kegiatan pendididkan.
  3. Pembentukan kelompok sebagai jalan atau alat dalam pendidikan.
  4. Catalytic agent/innovator, yaitru orang yang mempunyai pengaruh dalam menimbulkan pembaharuan.
  5. Petugas kesehatan mental yang bertanggung jawab terhadap pembinaan kesehatan mental khususnya kesehatan mental siswa ( Dr. Moh. Surya, Dr. Rochman natawijaya, 1994: 6-7. )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar