Rabu, 05 Januari 2011

Fedli,namanya...

Seminggu yang lalu, aku berkenalan dengan seorang laki-laki di sebuah toko musik.
Kurasa umurnya sebaya denganku.
Alisnya tebal, hidungnya mancung, matanya tajam.
Kulitnya sawo mentah dan bersih.
Tubuhnya wangi, parfumnya tercium walau aku berdiri setengah meter darinya.
Dengan kemeja garis-garis hitam-putih, dan lengan kemeja yang dilingkis sedikit,
rasanya sudah menjadi alasan yang tepat untukku dan
semua wanita tak henti memperhatikan tingkahnya.

“Fedli”
itu yang dia sebut saat mengulurkan tangannya padaku,
dan mengawali pertemuan-pertemuan berikutnya.

Beberapa minggu kemudian, aku berkenalan dengan seorang laki-laki, di teras rumahku.
Kurasa umurnya sebaya denganku.

“Fedli, namanya”
Itu yang Mama sebut saat memperkenalkan calon suaminya padaku.




Surabaya, 5 Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar